anisa saat di rumah sakit (istimewa)

Selamat Jalan Anisa. Perjuanganmu Melawan Leukemia Hingga Ditusuk Jarum 138 Kali, Berakhir

782 views
anisa saat di rumah sakit (istimewa)

Selamat Jalan Anisa. Perjuanganmu melawan Leukemia Dikenang Orang. Walau Ditusuk jarum 138 Kali. Engkau tetap sabar. Namun Allah sangat menyanyangimu.  Kau sudah dekat dengan Nya

Perjuangan Anisa binti Basir berakhir pada Minggu (22/10/2017) . Remaja berusia 13 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Arifin Ahmad, setelah dirawat inap sejak tanggal 25 September 2017 lalu.

Agar bisa sembuh, baik Anisa maupun keluarganya terus berjuang demi kesembuhan dirinya, mulai dari mencari darah pengganti hingga menahan sakitnya kemoterapi dan suntikan jarum transfusi darah sebanyak 138 kali.

Berikut adalah perjalanan kisah Anisa.

Tahun 2015.
Anisa didiagnosa menderita penyakit leukemia akut dan harus melakukan transfusi darah sebanyak 99 kali selama tiga tahun. Anisa merelakan tubuhnya ditusuk jarum untuk transfusi darah selama beberapa kali dalam satu bulan.

Remaja ini tetap tegar, tidak hanya menahan sakitnya jarum suntik dan infus, ia juga harus menahan sakit leukemia yang bercokol di dalam tubuhnya. Bukan Anisa namanya, jika ia tak memiliki mental kuat dan memiliki semangat untuk sembuh seperti sedia kala.

“Jika tak bersemangat, saya bisa down dan sakit saya malah semakin parah. Saya optimis bisa sembuh dan bisa meneruskan masa depan saya,”ungkapnya.

25 September 2017
Baik Anisa maupun keluarganya beranggapan, bahwa dirinya sudah hampir pulih, karena sudah transfusi darah sebanyak 99 kali. Ia hanya tinggal melakukan cek berkala ke rumah sakit.

Namun, takdir berkata lain, pada tanggal 25 September, kondisi Anisa kembali memburuk dan harus dirawat di rumah sakit.

“Kondisinya kembali drop. Saat kami kunjungi, ia hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur,”ujar Ketua LPKR, M Arief Indrawan.

19 Oktober 2017
Kondisi kesehatan Anisa semakin menurun. Ia membutuhkan 10 kantong darah. Pihak LPKR pun mencari pendonor lewat media sosial, baik itu facebook, whatshapp maupun lainnya.

“Tidak cukup satu hari, 10 kantong darah berhasil terkumpul. Basyir pun senang melihat banyaknya orang yan peduli dengan anaknya.

Tidak hanya berupa darah, banyak warga dan pihak rumah sakit yang memberikan bantuan untuk Anisa,”ucap Arief.

20 Oktober 2017
Anisa kembali memerlukan transfusi sebanyak 11 kantong sel darah putih dan 2 kantong darah merah. “Untuk menaikan kadar leukosit perlu disuntik Lekoken. Anisa terlihat meneteskan air mata menahan rasa sakitnya. Bila malam hari demamnya naik tinggi hingga mengigau. Kata-kata yang keluarkan mulai dari mengeluh sakit hingga menangis, sungguh membuat hati kami teiris. Bila kita ada dihadapan Anisa tentu akan terharu mendengar cerita perjuangannya. tabah dan kuatnya Anisa menghadapi Leukemia sungguh luar biasa,”ungkap Arief.

21 Oktober 2017

Dokter Elmi Ridar, Sp.A Visite yang merawat Anisa bisa berbincang dengan remaja kelahiran Pekanbaru 5 Juni 2004 tersebut, keluarga dan tim Relawan LPKR.

“Alhamdulillah dapat kesempatan berbincang cukup lama mengenai medisnya Anisa bersama dokter Elmi. Malamnya bersama sahabat saya, ustad H. Saifullah Al Jombangi. Ia menyempurnakan ikhtiar membantu pengobatan Anisa dengan doa,”tutur Arief.

22 Oktober 2017
Sepuluh kantong darah disiapkan tim LPKR dan PMI untuk pengobatan dan kesembuhan Anisa. Namun takdir berkata lain, pukul 13.30 WIB, Anisa tidak bisa bertahan lagi, ia pun meninggal di RSUD Arifin Ahmad.

Baik keluarga, warga setempat, relawan LPKR, tim rumah sakit ikut menyelenggarakan pemakaman Anisa, mulai dari menyolatkan hingga menyaksikan proses penguburan.

“Jumlah warga yang ikut selenggarakan pemakaman Anisa sangat banyak. Sampai-sampai saat shalat, baik di rumah panggung bapaknya hingga ke bawah penuh. Alhamdulillah, hal ini membuktikan bahwa Anisa anak yang baik dan disukai banyak orang,”imbuh Arief.

Ia menyatakan, semenjak sakit hingga meninggal dunia, total darah yang ditrasfusikan ke dalam tubuh Anisa sebanyak 138 kali.

“99 kali pada awal dia sakit dan 39 kali sejak dirawat di RSUD Arifin Ahmad pada tanggal 25 September 2017. Saat ini tersisa 10 kantong darah yang belum ditransfusikan pada tubuh mungil tersebut. Sementara total kemoterapinya sebanyak 9 kali,”tutupnya.

Diakui Arief, saat ini jumlah penderita kanker semakin meningkat. Dan yang terbanyak berasal dari penyakit leukemia. Pasiennya rata-rata dari anak-anak.

“Betul, penderita kanker ini meningkat cukup signifikan. Paling banyak kami lihat adalah Leukemia. Di ruang merak RSUD Arifin Ahmad saja, ada 32 pasien Leukemia, hampir semuanya berumur 13 tahun ke bawah dan banyak berasal dari luar Kota Pekanbaru,”aku pria yang menjadi relawan sejak beberapa tahun yang lalu ini.

Menurutnya, penyebab penyakit mematikan ini multifaktor, kelainan darah, bawaan sejak lahir, makanan, paparan polusi dan lainnya. Jika sudah terjangkiti, tidak bisa disembuhkan.

“Pasien kanker bisa survive, yakni tindakan mengurangi dan mencegah sel kanker menyebar di dalam tubuh, dengan cara minum obat secara rutin. Mereka bisa kembali melakukan aktivitas, walau tidak sekuat sebelumnya,”pungkasnya.(*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *