Pria ini Muntah Darah Setelah Digigit Ular Berbisa, Akibatnya Jarinya jadi Begini

Posted on 185 views

KORAN OL-Muammar Syahida merupakan seorang pria asal Riau yang berani menaklukan ular jenis apapun.  Ia pun dijuluki dengan nama Sang Penakluk King Kobra.

Meskin pernah digigit ular Gadung Luwuk hingga muntah darah dan dirawat di rumah sakit, namun  lelaki  yang akrab disapa Amar ini masih beratraksi dengan ular jenis King Kobra yang ia tangkap di daerah Pelalawan, Senin (9/4/2018).

Amar, yang telah menyukai dan memelihara ular sejak kecil ini mengatakan, memiliki 15 ekor ular yang dipeliharanya.

Di antaranya jenis python, colubrid, dan venom.

Selain itu ular-ular peliharaannya terkadang juga dipakai untuk edukasi ke sekolah atau kampus dan masyarakat sekitar.

Sejak kecil pemuda kelahiran Solo, 23 April 1993 ini menyukai dan memelihara satwa jenis ular.

Kesukaan terhadap ular ini disebutkan Amar, sapaan akrabnya, timbul begitu saja.

Seiring waktu berjalan, bahkan satwa peliharaannya berkembang.

Di antaranya beberapa jenis reptil, mamalia hingga unggas sekalipun.

“Karena dari kecil saya sudah melihat ular dan sering melihat dunia binatang lokal maupun dari mancanegara. Kalau dilihat ular itu unik, cantik dan jenisnya juga banyak,” tutur Amar.

Menurut dia, rasa takut terhadap ular bisa dihilangkan.

Lantaran sebelumnya sudah belajar terlebih dahulu bagaimana cara memelihara ular.

Lanjutnya, dengan belajar akan diketahui jenis ular berbisa atau tidak.

Termasuk karakternya seperti apa.

“Jika semua itu sudah kita pahami, otomatis kita bisa menanganinya tapi tetap hati-hati. Namanya ular tetap akan menggigit,” papar mahasiswa Fakultas Kehutanan salah satu universitas swasta di Pekanbaru ini.

Selain dipelihara, ular-ular tersebut terkadang juga dipakai untuk edukasi ke sekolah atau kampus dan masyarakat sekitar.

Amar mengaku pernah mengalami peristiwa tak menyenangkan, yakni digigit ular peliharaan sendiri.

Ular tersebut termasuk kategori berbisa, nama ilmiahnya trimeresurus albolabris atau biasa disebut ular gadung luwuk (Jawa).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar tahun 2012.

“Setelah acara selesai, ular tersebut saya pegang kepalanya untuk dimasukkan ke dalam karung yang khusus buat ular berbisa. Tapi naas, saat kepalanya saya pegang, taring ular tersebut keluar dan mengenai jempol tangan kiri saya sampai dikunyahnya,” beber dia.

Sontak saja, Amar langsung menjatuhkan ular tersebut ke lantai.

Melihat itu, teman-teman Amar yang ada saat itu pun panik.

Amar kemudian dilarikan ke rumah sakit dan sempat muntah darah dua kali, setengah jam setelah digigit ular.

Selama empat hari lamanya, dia terbaring di rumah sakit.

Lantaran tak ada perubahan, ia kemudian dilarikan ke Yogyakarta.

“Di sana cuma menggunakan pengobatan tradisional. Alhamdulillah luka saya bisa sembuh meski ada beberapa tahapan pengobatan sendiri dan hasilnya jempol kiri saya cacat akibat racun dari ular tersebut,” tutur dia.

Kata Amar, hal seperti itu memang sudah menjadi resiko tersendiri baginya.

Terlebih cara dia dalam menangani ular waktu itu salah.

“Sebagai pelajaran aja, agar tetap hati-hati untuk kedepannya. Kapok sih nggak, cuma harus lebih berhati-hati lagi. Sampai sekarang koleksi ular berbisa saya juga banyak,” tutupnya.(*)


Sumber: Tribun Pekanbaru





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *