Pernah Tinggal Kelas, Mujathid Berhasil Jadi Pejabat Daerah

Posted on 18 views

RODABERPUTAR.COM- Mantan Wakil Bupati Indragiri Hulu, Provinsi Riau Drs Mujthahid Thalib ternyata pernah tinggal kelas. Saat itu ia masih duduk di kelas empat Sekolah Dasar (SD) 01 Airmolek. Penyebabnya, ia lemah dalam mata pelajaran berhitung.

“Saya lemah dalam mata pelajaran berhitung, akibatnya saya tidak naik kelas. Sejak itu saya bertekad menguasai pelajaran berhitung,” ujar Mujthahid Thalib

Ia berhasil membuktikan tekadnya. Nilai berhitung Mujthahid Thalib di sekolah paling tinggi diantara rekan-rekannya hingga kelas enam. Setelah lulus SD, dalam usia yang relatif masih kecil, Mujthahid Thalib merantau ke Tanjungpinang melanjutkan pendidikan ke sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) dari tahun 1957 hingga 1963. Disana ia numpang tinggal dengan keluarga.

Jelang pengumuman kelulusan, Mujtahid Thalib berangkat ke Jakarta untuk mencari informasi kuliah. Ia berkeinginan untuk terus meraih ilmu ke jenjang lebih tinggi. Padahal setelah lulus PGA ia berkewajiban untuk mengajar sesuai dengan perjanjian sebelum masuk ke PGA.

Dari Jakarta ia kembali ke Tanjungpinang untuk mengetahui pengumuan kelulusannya. Ternyata ia lulus, bahkan ia mendapatkan surat keputusan (SK) untuk tugas belajar. Sesuatu yang memang diharapkan Mujthahid Thalib.

Ia lantas melanjutkan kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Awalnya ia numpang tinggal dengan teman yang berasal dari Riau. Di IAIN ia kuliah di Fakultas Tarbiah. Disana ada tujuh jurusan. Ia sengaja mengambil jurusan yang menurutnya mudah. “Dari tujuh jurusan yang ada di Fakultas Tarbiah saya sengaja cari jurusan yang saya anggap mudah. Akhirnya saya pilih jurusan Ilmu Budaya,” ujarnya.

Ternyata setelah kuliah, dalam jurusan ilmu budaya ada mata kuliah bahasa jawa lama. Ia bingung, maklum saja ia berasal dari sumateran dan memang tidak latar belakang jawa. Ia pun menghadap dekan Fakultas Tarbiah dan mohon diizinkan pindah jurusan. Dekanpun mengizinkan karena perkuliahan masih baru dilaksanakan. Ia akhirnya memilih pindah ke jurusan pendidikan.

Namun perkuliahan sempat terhenti pada tahun 1963 karena ada demo penolakan terhadap rektor. Kejadian serupa kembali terjadi pada tahun 1965 saat peristiwa G 30 S/PKI. Barulah pada tahun 1970 ia menyelesaikan kuliahnya. Saat itu ia merupakan mahasiswa ke tujuh dari 300 mahasiswa yang menyelesaikan kuliah di jurusan pendidikan.

Mujthahid Thalib kemudian kembali ke Riau. Kebetulan IAIN Sultan Syarif Qasim baru saja di resmikan. Tahun 1971 SK nya keluar. Ia kemudian mengajar di Fakultas Tarbiah. Sejak itu hingga tahun 2005 ia mengabdi di IAIN Sultan Syarif Qasim. Tahun 1974 ia merupakan humas pertama IAIN.

Selanjutnya berbagai jabatan dipercayakan pada dirinya, mulai dari Dekan Fakultas Tarbiah, Pembantu Rektor III, terakhir sebelum ia mundur dari PNS karena menang dalam Pilkada Inhu berpasangan dengan Drs R Thamsir Rachman MM ia dipercaya menduduki jabatan Dekan Fakultas Psikologi IAIN Sultan Syarif Qasim Pekanbaru.

Bagi Mantan Wakil Bupati Inhu, Drs Mujtahid Thalib, pengalaman adalah guru yang terbaik. Ia belajar dari kegagalan saat tinggal kelas. Ia justru termotivasi untuk menjadi yang terbaik. Berkat kerja keras itu pula ia kini menikmati hasilnya. “Semuanya karena pertolongan Allah SWT,” ujarnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *