Mulai Ditolak Orang, Tubuh Bengkak, Hingga Nginap di Kuburan. Inilah Pengalaman Pengusaha Madu Asal Perawang

132 views
edho muamalah

RODABERPUTAR.COM-Menjadi entrepreneur tidak semudah yang dibayangkan. Hal itulah yang dirasakan oleh pria bernama Rinaldo Hendrik. Ia mengaku sudah merasakan pahit manisnya berjualan madu sejak usia SMP.

Pada usia remaja tersebut, laki-laki yang biasa dipanggil Edo ini mengaku jual madu dari pasokan pamannya. Ia menjualnya perbotol dari sekolah hingga menjajakan ke perusahaan, pasar dan kantor-kantor di Perawang.

“Wah banyak pengalaman yang saya dapat saat remaja tersebut, mulai dari langsung laris hanya dalam waktu setengah jam, hingga tidak laku satupun. Satu hal pengalaman yang tidak saya lupakan. Saat itu, saya dan teman hendak jual madu ke Minas, menaiki sepeda motor. Tiba di pendakian, motor kami mogok. Sewaktu isi bbm, uang di saku kami tidak ada, alhasil kami barteran dengan madu yang kami bawa. Padahal harga satu botol itu Rp120 ribu, sementara minyaknya hanya Rp6000. Semula, bapak penjual bbm tidak mau, ia menyangkal madu kami tidak asli. Setelah diyakinkan, ia mau juga. Jadilah kami rugi waktu itu, penderitaan kami ditambah tidak satupun madu yang laku. Pada saat pulang, saya nangis, maklum masih remaja,”papar pria yang tinggal di Perawang ini.

Ketika SMA, Edo mulai untuk panen sendiri ke hutan-hutan yang ada di Siak. Demi mendapatkan madu asli dari alam, Edho memberanikan diri memanjat pohon-pohon yang tinggi batangnya. Tidak hanya di sekitaran Siak, pria berkacamata ini sudah berjualan madu sampai ke Bengkalis.

“Kalau pnegalaman disengat lebah udah sering. Pernah satu kali di beberapa tubuh disengat, alhasil baik muka, tangan dan lainnya sembab semua. Itu kalau dilihat orang seperti habis dipukuli,”ungkapnya sambil ketawa.

“Jualan madu ke Bengkalis, biasanya pas akhir pekan. Berangkat Sabtu, nginap di SPBU, Minggu jualan dan sorenya pulang. Pernah sekali saya kehujanan sewaktu pulang dari jualan di Bengkalis, karena terlalu lelah dan gelap malam, saya terpaksa tidur di sebuah pondok di pinggir jalan. Ketika paginya, ternyata pondok tersebut merupakan pos jaga di pekuburan. Saya pun kaget, untung saja, madunya tidak hilang,”sambungnya.

Dari per botol hingga satu hingga dua ton per bulan. Ya, saat ini Edho sudah berhasil memasarkan madu asli Riau sekitar dua ton perbulan. Ia berprofesi pengumpul madu dari para petani. Dalam sebulan, modal yang harus dikeluarkannya Rp80 jutaan, dengan keuntungan sekitar 50 persen dari modal.

“Jika serius jualan di eceran, hasilnya lumayan banyak, karna untungnya bisa separo dari modal. Beda ketika jualan dalam jumlah borongan, hanya dapat untung Rp5000 per botol yang harganya Rp15 ribu,”ucapnya.

Menurut Edho, Madu Hutan Riau merupakan madu terbaik dibandingkan madu daerah lainnya. Tidak hanya disukai oleh warga Riau, namun juga warga luar negeri.Hal itu disebabkan karena lebah madu hutan menghisap banyak jenis nektar di alam.

‘Produksi madu hutan Riau cukup banyak, sekitar 10 ton per bulan untuk saat ini. Agar tetap lestari dan semakin banyak produksinya, mohon jaga alamnya, jangan sampai di rusak. Contohnya saat bencana kabut asap pada tahun 2015 lalu, madu hutan Riau sangat langka, apalagi di Kampar, hampir tidak ada, sebab lebah tidak suka asap. Jangan sampai ini terjadi lagi,”ungkap pria pemilik usaha Madu Abah Honey ini.(*)

Gallery for Mulai Ditolak Orang, Tubuh Bengkak, Hingga Nginap di Kuburan. Inilah Pengalaman Pengusaha Madu Asal Perawang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *