Mulai dari Ditipu Hingga Mobil Masuk Jurang , Saptuari Tersadar Telah Berbuat Dosa Setelah Bertemu Ustad Kondang ini

Posted on 11 views

Hasil gambar untuk saptuari

RODABERPUTAR.COMSaptuari, Penggerak  Sedekah Rombongan menceritakan bagaimana kisah hidupnya terjebak riba hingga bangkit dan bisa melunasi semua hutangnya yang mencapai 2,1 miliar hanya dalam waktu delapan bulan. Hal itu dikatakannya dalam acara Kembali Ke Titik Nol (KKTN) yang diselenggarakan di Hotel Alpha, Sabtu (23/9).

Saptuari mengatakan awal ia terjebak riba pada tahun 2009. Saat itu, pemilik ruko yang ia sewa sejak untuk tempat usaha hendak menjual rukonya. Alhasil, jika ingin masih tinggal di sana, Saptuari harus membeli rukonya.

“Sejak tahun 2005 hingga 2009, saya tidak pernah hutang-hutangan. Namun setelah itu, saya terjebak riba akibat terbujuk rayuan pemilik ruko bahwasanya bisa membeli ruko yang ia punya dengan cara pinjaman ke bank. Saya pun senang waktu itu, mengira rukonya adalah milik saya, padahal itu hanya dipinjamkan oleh bank,”tuturnya.

Mulai saat itu, bencana demi bencana silih berganti mendatanginya. Kejadian pertama yang menimpanya adalah ditipu oleh karyawan sendiri.

“Ratusan juta rupiah uang saya dibawa kabur oleh karyawan sendiri. Sudah kena satu saya kena, masih juga gak kapok, saya pinjam uang lagi ke bank untuk modal usaha KD Printing dan fotografi, tidak lama bangkrut. Dilanjutkan dengan usaha bordir, rusak mesinnya, gak bisa digunakan lagi. Belinya hanya Rp80 juta, rugi 100 juta untuk nyicil ke bank,”akunya.

Tidak cukup disitu, pria berbadan gempal ini melanjutkan perbuatan riba lagi dengan mengikuti  permainan judi di tranding komoditi derivatif. Uang Rp350 juta habis  dalam waktu tiga bulan.

“Masih banyak lagi musibah yang menimpa saya, ruko terbakar, saya kecelakaan hingga masuk jurang, istri kecelakaan dan lainnya. Sebenarnya saya sudah diingatkan oleh beberapa ustad seperti ustad Samsul Arifin. Tapi saya nya yang ngeyel ingin terus berbuat riba, walau sudah dijewer berkali-kali oleh Allah,”ungkapnya.

Pada tahun 2015, Saptuari mengaku tersadarkan setelah ikut kajian muamalah dari beberapa ustad seperti Samsul Arifin, Aa Gym dan lainnya. Dalam pengajian tersebut, semua tindakan yang dilakukannya adalah perbuatan yang diperangi oleh Allah.

“Saya tersadarkan setelah hutang mencapai 2,1 miliar.  Saat itu saya berazam tidak akan menyentuh hutang, apalagi riba. Saya meminta sama Allah bahwa hutang tersebut bisa lunas dalam waktu delapan bulan. Alhamdulillah tepat sebulan sebelum anak saya lahir, semua hutang saya lunas, sesuai permintaan saya,”ucapnya.

Setelah bebas dari hutang dan riba, Saptuari mengaku bisnisnya dengan mudah berkembang dan ia bisa menabung dan mensedekahkan sebagian hartanya untuk warga kurang mampu. Serta mengajak orang lain untuk hijrah dari riba dan mendirikan komunitas sedekah rombongan.

“Dulu, mana ada saya bisa simpan uang apalagi berbagi sama orang laib, padahal mobilnya CRV dan Pajero Sport. Uang habis untuk bayar hutang. Alhamdulillah sekarang saya bisa semua barang dengan cas, seperti mobil, motor dan lainnya. Hidup pun jadi tenang, karena tidak dikejar para penagih hutang,”ujarnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *