Gara-gara Bulying, Pria ini Dapat Jodoh Idaman

Posted on 60 views
ilustrasi

Rodaberputar.com-Jangan pernah mengolok-ngolok atau membulying orang lain, siapa tahu suatu saat nanti, nasibnya  malah lebih baik daripada anda. Seperti yang dialami pria asal Pekanbaru ini, ia menceritakan proses yang tidak disangka-sangka dalam mendapatkan jodoh sejatinya. Demi menjaga privasi, ia meminta, agar namanya disamarkan. Baiklah, saya buat saja namanya Budi.

Hari itu merupakan waktu yang merubah hidup Budi 180 derajat. Ia mendapat perlakuan yang tidak baik dari atasan dan beberapa teman di kantornya. Walau hanya dalam bentuk candaan, namun Budi merasa kata-kata dari teman-temannya menyakitkan hatinya.

“Budi ini apakah normal apa tidak?. Kok sampai sekarang belum ada pacar?. Belum pernah ku lihat dirimu menggadeng wanita,”ujar atasannya.

“Saya bukannya tidak mau dekat wanita bang, tapi saya ingin dapat jodoh itu, langsung menikah. Gak pakai pacaran dulu,”jawab Budi.

“Halah, bilang aja gak laku-laku. Mukamu seperti itu, mana ada orang mau?,”tambah temannya lagi.

“InsyaAllah nanti dapat jodoh itu bang. Tunggu saja, nanti ku kabari abang kalau sudah bertemu pasangan sejatiku. abang tunggu ya,”sambung Budi lagi.

“Memang, jodoh seperti apa yang bakal kamu inginkan?. Jangan tinggi-tinggi, nanti tidak bakal kesampaian, saya yakin itu.

“InsyaAllah, saya ingin jodohnya PNS guru,”lanjut Budi.

“Hah, PNS?, Guru?. Jangan becanda, kamu kan buruh?. gak cocok levelnya guru. Mereka itu stylenya tinggi. Bodoh,  jangan menghayal. hahaha,”tutupnya, disambut tertawaan teman-temannya sekantor.

Budi hanya termenung, ucapan tersebut selalu teringat di kepalanya. “Kamu kan buruh, tidak cocok dengan PNS guru?. Alhasil hampir setiap hari, ia mengingat nama tersebut dan ia merasa malu, saat berhadapan dengan teman kantornya.

Sebulan kemudian, Budi mulai berpikir, “Saya tidak mau dibeginikan orang terus, harus ada perubahan. Sampai kapan aku dibulying seperti ini terus,”.

Pria bertubuh pendek ini pun terus berdoa pada Allah sang maha kuasa, “Ya Allah, mohon beri petunjukmu untuk mendapatkan jodoh yang tepat. Saya ingin jodoh yang bisa membimbing hamba dalam kebaikkan dan dekat dengan Mu. Bukan sekadar nafsu belaka, namun siap bersama menjalani hidup dunia dan akhirat. Tolong hamba ya Allah.

Sembari, berdoa, Budi terus mencoba mencari jodoh lewat temannya dan mentor belajar agamanya.  Sampai suatu saat teman sesama kuliahnya menawarkan seorang gadis jelita pada Budi.  “Dia ini guru, tapi iya, baru honor di sebuah sekolah negeri Pekanbaru.  Kalau mau, kita atur bagaimana prosesnya,”ujar temannya. “ia, boleh bang, dicoba dulu, mana tahu cocok,”jawab Budi.

Proses jodoh tersebut dilakukan lewat taaruf, mulai dari tukar biodata, hingga diajak bertemu dengan muhrim masing-masing. Setelah melakukan pertemuan, ternyata keduanya merasa cocok dan melanjutkan langkah berikutnya.

“Abang langsung bertemu sama orangtua dan keluarga saya ya, untuk melamar,”ujar sang calon pada Budi. “what?,” Budi kaget, baru beberapa kali berkomunikasi, itupun lewat telpon, sudah langsung melamar?. “Ya Allah, jika ini jodoh hamba dekatkanlah, jika bukan, jauhkanlah,”doa Budi disetiap selesai shalatnya.

Ia pun merasa mantap melamar si gadis pada orangtuanya. Setelah berbincang panjang dengan calon mertua, Mereka menerima lamaran Budi dan menentukan tanggalnya. “Alhamdulillah, semoga ini jodoh hingga ke akhirat nanti,”ujar Budi dalam hati.

Sembari, menunggu waktu pernikahan, Gadis yang menjadi calon Budi, ikut tes PNS tingkat Kota Pekanbaru. Beberapa minggu jelang pernikahan, keluarlah pengumuman yang lulus tes tersebut. ternyata, salah seorang yang dinyatakan lulus itu adalah sang calon istri.

“Ya Allah, ternyata engkau menjabah doa hamba saat dibercandakan orang. Terima kasih banyak, Engkau memang maha pengasih dan penyayang,’ ucapnya, saat berdoa.

Mendekati hari pernikahan, Budi pun menyebarkan undangan. Termasuk pada atasan dan teman-temannya se kantor. Para pengejek tersebut kaget, mereka tidak menyangka Budi bisa mendapatkan jodoh. Apalagi, bos yang membulying Budi sebelumnya.

“Hah, kamu mau nikah?. Sama siapa?,”tanyanya. “Alhamdulillah iya bang, ini sama guru PNS yang ya saya bilang dulu. Itu undangannya bang. Mohon doanya untuk dilancarkan ya bang,”jawab Budi.

Sang atasan tidak bisa berkata-kata lagi. Ia hanya terdiam dan mengatakan “Semoga lancar pernikahannya,”ucapnya singkat.

Pernikahan Budi dan sang pujaan  berlangsung lancar dan dihadiri ribuan orang. Bagaimana kisah rumah tangganya?. Tunggu dicerita selanjutnya ya. Silahkan like Fane Page Roda Berputar. Bersambung. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *