Crying young woman

Dua  Remaja  ini Dapat Karma Akibat Perbuatannya. Apa itu, Simak Kisahnya

Posted on 120 views

RODABERPUTAR.COM-Jangan sesekali kita melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama. Jika kita melakukan kesalahan, Tuhan pasti akan membalasnya di waktu yang tepat, baik saat itu juga, di masa yang akan datang.

Seperti yang dialami oleh dua remaja dari sekolah agama di Pekanbaru ini. Demi privasi, kedua remaja tersebut disamarkan namanya, yakni Ani dan Budi.

Di sekolah, kedua remaja tersebut merupakan anak yang cukup pintar. Tampang mereka pun lebih menonjol dibanding teman-teman mereka.  Ani  memiliki wajah kuning langsat, berhidung mancung dan mata yang bulat. Sementara Budi, berkacamata dan memiliki muka rupawan.

Ani berasal dari keluarga sederhana, namun cukup mapan dalam bidang ekonomi. Sementara Budi, anak seorang pejabat pemerintahan.

Di  sekolah,  mereka terlihat seperti anak yang polosl, rajin dan suka membantu para guru dan siswa lainnya.

Namun ternyata, dibalik kepolosan mereka, tersimpan suatu rahasia buruk yang sudah mereka lakukan berdua.  Mereka melakukan hubungan terlarang.

Walau satu kali melakukannya, namun Ani langsung depresi dengan kejadian yang dialaminya bersama sang pacar.  Ia pun mencoba mengakhiri hidup dengan berbagai cara, mulai dari minum obat serangga,  hingga melukai tubuh, namun usahanya tersebut sia-sia.

Sampai  suatu kali, ia dipertemukan oleh temannya dengan guru pembimbing sekolah dan diminta menceritakan kronologis kejadian, hingga peristiwa itu terjadi.

Mendengar cerita dari Ani, Sang guru merasa syok dan tidak menyangka, anak yang terlihat baik dan polos di sekolah tersebut, bisa melakukan perbuatan yang mengandung dosa besar.

“Kamu itu bodoh namanya, kamu kira setelah menakhiri hidup, bakal selamat di akhirat sana?. Malah semakin berat siksaan di sana ,” ujar gurunya.

“Lalu saya harus bagaimana untuk memghapus semua dosa saya buk?. Saya tidak ingin menjalani hidup seperti ini. Saya takut buk,”jawab Ani.

“Tobatlah, setobat-tobatnya. Urusan diterima atau tidaknya tobatmu itu, biar Allah yang tahu,”sambung gurunya.

Tapi saya takut, jika ketemu Budi lagi buk, ia terus meneror saya, baik itu langsung, maupun lewat sms.  Mohon tolong saya cari jalan keluarnya buk,”timpal Ani.

“Kamu keluar dari sekolah ini dan pergi cari sekolah baru yang cukup jauh. Ganti nomor HP dan putus hubungan dengan si Budi. Kamu itu anak berprestasi, pasti diterima oleh sekolah lain. Berita ini biar rahasia kita saja,”saran gurunya.

Baiklah buk,”tutup Ani.

Seminggu kemudian, Ani berhasil membujuk orangtuanya untuk keluar dari sekolah tersebut dan melanjutkan pendidikan pada sekolah yang letaknya terpencil.

Semenjak itu, Ani putus hubungan dengan semua pihak sekolah yang lama, termasuk Budi dan guru yang menyarankannya keluar.

Beberapa bulan kemudian, hal yang mengejutkan satu sekolahan terjadi. Beberapa orang siswa kedapatan menonton film berbau negatif di belakang masjid sekolah oleh seorang guru, ketika siswa dan guru lainnya tengah melakukan ibadah shalat Jumat.

Dan pelaku utama yang mempunyai ponsel tersebut adalah Budi, ia mengajak teman-temannya menonton film tersebut.  Satu diantara film yang ditonton adalah perilaku dirinya dengan gadis lain.

Alhasil, Budi dikeluarkan dengan cara tidak hormat, sementara teman-temannya dipindahkan ke sekolah lain.

Dua tahun berlalu, pihak sekolah mengadakan kegiatan lomba seni,  peserta berasal dari seluruh SMA dan MAN yang ada di Riau.  Dalam kegiatan tersebut, ternyata salah seorang pesertanya adalah Ani. Ketika sang guru yang menyarankannya pindah datang ke lokasi acara, Ani langsung memeluk erat tubuh guru tersebut, sambil menitikan air mata. Ia tidak peduli, walau banyak pasang mata yang melihat.

“Terima kasih banyak buk. Jika bukan karena ibuk, saya tidak tahu jadi apa sekarang. Walaupun sekarang saya masih merasa banyak dosa, tapi saya merasa beruntung, Allah memberikan saya kesempatan untuk bertobat. Saya akan terus pegang amanah ibuk dan tidak akan pernah melakukan perbuatan itu lagi. Mohon doanya ya ibuk,”tuturnya sambil berurai air mata.

“Mohon doalah pada Allah nak dan teruslah melakukan kebaikan. Jika Allah memberikan musibah dan teguran, ia masih saying sama kita, agar kita insyaf. Ibuk akan selalu mendoakanmu,”ujar sang guru sambil terharu.

Sebelum si guru pulang,  Ani memberikan karya seni terbaiknya. “Ini kan untuk lomba kamu, jangan kasih ke saya,”ucap guru.

“gak apa buk, baru ini yang bisa saya berikan untuk ibuk. Mohon diterima ya.  Jangan sampai lupakan saya ya buk. Sekali lagi terima kasih banyak,”ungkapnya sedih.

Semenjak perpisahan tersebut, Ani dan gurunya tidak pernah berhubungan lagi hingga sekarang. Walau demikan, masing-masing hati mereka, masih menyimpan rindu.  (Dikisahkan kembali oleh seorang guru salah satu sekolah di Pekanbaru).

Apakah isi cerita ini menarik untuk anda?.  Jika tertarik, like fans page roda berputar ya..

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *