BMKG Sebut Ada Kemiripan antara Gempa Situbondo dengan Gempa Lombok

Posted on 109 views

RODABERPUTAR.COM-Kamis (11/10) pukul 01.44 WIB gempa yang berpusat di sebelah timur laut Situbondo mengguncang Jawa Timur dan Bali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) semula memberikan informasi awal bahwa gempa ini berkekuatan 6,4 magnitudo, tapi kemudian mereka perbaharui menjadi berkekuatan 6,0 magnitudo.

Melalui siaran pers BMKG seperti dilansir dari kumparan, Kamis (11/10) siang, Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly menjelaskan bahwa bahwa episenter gempa ini terletak di koordinat 7,46 derajat Lintang Selatan dan 114,44 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 56 kilometer arah laut Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, pada kedalaman 12 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal di dasar laut,” jelas Sadly dalam siaran pers tersebut.

Hasil analisis sumber gempa menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh adanya deformasi batuan kerak dangkal dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

“Melihat mekanisme sumber yang terjadi dan arah jurus sesar (strike) gempa ini, tampak ada kemiripan sumber dengan gempa-gempa yang terjadi di utara Bali, Lombok, Sumbawa, dan Flores,” papar Sadly.

Ketika ditanya apakah gempa ini juga bersumber dari aktivitas atau pergerakan Sesar Naik Flores, BMKG menyatakan masih akan melakukan kajian dan analisis lebih lanjut.

Akibat dari Gempa Situbondo ini, dilaporkan banyak bangunan rumah di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, hancur dan rusak. Selain itu, beberapa rumah dan Candi Bentar di Kabupaten Jembrana, Bali Barat, juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa ini.

Hingga saat ini dilaporkan setidaknya ada tiga orang di Dusun Jambusok, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, meninggal akibat gempa ini. Selain itu, 18 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Rata-rata, korban luka ini mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Hinggal pukul 08.00 pagi tadi, BMKG melaporkan telah terjadi 14 aktivitas gempa susulan (aftershock) setelah gempa 6 magnitudo ini. Gempa susulan paling kuat terjadi pada pukul 02.22 WIB dengan kekuatan 3,5 magnitudo dan gempa susulan paling lemah terjadi pada pukul 03,13 WIB dengan kekuatan 2,4 magnitudo.

BMKG memastikan gempa-gempa ini tidaklah berpotensi tsunami.(*)

 

Sumber: Kumparan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *