Berlarian Menghindari Tanah Berjalan, Rumah dan Jalan Terbelah, Hingga Terpaksa Memberi Air Ludah untuk Balitanya .Inilah Perjuangan ibu di Petobo

Posted on 401 views

Malam tiba, dia telah smp di perbukitan…disana tdk sendiri, ada belasan orang yg senasib, tanpa alas kaki, penuh luka, dan dg tangis duka krn ada yg terpisah dan kehilangan org yg mereka sayangi…. Tiada air, tiada tikar, tiada lampu, boro2 bawa hape, bisa bawa anak lari menyelamatkan diri sdh dangat dia syukuri…malam pertama tidur beralaskan rerumputan…tidur tapi mata tdk bs terpejam, ya, mereka smua tergoncang psikisnya.. setiap ada gempa susulan dan gemuruh anak sulungnya sll bertanya “ibu, apakah kita sebentar lagi mati spt org2?” …dia hny bs menjawab “tidak, ayah pasti akan datang menjemput kita”

24jam pertama belum tercium ada bantuan masuk, kini mereka menyadari mereka terisolir… Mau kembali, jalanpun tdk bs dilewati lagi…rumah sdh rata dg tanah, pemukiman udah lenyap… Anak2nya mengeluh haus, buang air tidak bisa cebok, lapar, dingin, sakit di luka2nya, dan trauma yg luarbiasa… Dia berusaha jalan lagi berbondong2 dg belasan org, mencari tempat lain siapa tau bantuan sdh datang… Anak2 mulai dehidrasi, demam…hanya ludah ibunya yg dioleskan supaya bibir balitanya tdk retak…

Alhamdulilah dia sebut ketika bertemu dg 2 org pemuda membawa sedus air gelas dan rerotian….dg semangat mereka mendekat.. namun apa yg tjd? 1 gelas 5rb, rotinya jg.. dia tengok uang di sakunya hanya ada 5rb, sambil memohon2, supaya anaknya sj yg dikasih, namun 2 pemuda itu tidak mengabulkan alasannya dia jg dr membeli dan tdk ada lg utk membeli jika itu habis… Sementara bantuan belum datang….

Dg kekuatan emak, tanpa pikir panjang, dia tonjok itu pemuda, akhirnya dibantu yg lain berhasil “merampas” air dan roti itu utk anak2.. dalam hatinya tak peduli mau masuk neraka kek hbs nonjok orang, yg ada dia hrs hidrasi anak2nya dan anak2 lain secepatnya…

Di 48jam pertama dia msh bs mendengar org membuat suara2 dr reruntuhan bangunan, namun hr ketiga suara2 itu makin sedikit…

Entah sdh brp kilometer jalan kaki, smp akhirnya kmrn bs menjangkau posko yg sdh ada bantuan tiba serta keluarga dr luar kota yg mencarinya… satu lg PR beratnya, anak2 masih menanyakan keberadaan ayahnya yg saat itu blm pulang kerja...(*)

Sumber:  Fb Rina Dwi Arini & Irha Rahmatullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *