Berawal dari Tidak Suka Belajar, Gita Berhasil jadi influencer

Posted on 38 views

Rodaberputar.com-Cantik, cerdas, dan apa adanya; kamu pasti tidak asing dengan sosok di atas. Sebagai seorang YouTuber, blogger, dan selebgram, wajah perempuan berdarah Palembang ini memang sering malang-melintang di media sosial dan televisi. Bermula ‘hanya’ sebagai seorang mahasiswi Indonesia yang kuliah di Jerman, kini Gita adalah influencer yang tengah ramai diidolakan kawula muda. Perjalanan hidup dan caranya memandang kehidupan mungkin akan membuatmu terpelatuk dan berpikir,

Seperti yang diceritakan dalam bukunya yang berjudul Rentang Kisah, semasa SMA Gita nggak suka belajar. Buatnya, sekolah adalah tempat untuk bermain dengan teman-teman. Gita mulai panik akan masa depannya ketika tiba saatnya menghadapi ujian akhir. Jangankan tahu mau kuliah di mana, dia sendiri bingung passionnya apa.

Akhirnya Gita memutuskan mendaftar FSRD ITB dan harus belajar mati-matian hingga ia berhasil lolos. Meskipun pada akhirnya Gita memilih tawaran mendadak sang ibu untuk kuliah di Jerman, paling tidak Gita tahu bahwa seorang pemalas pun akan berhasil jika mau berusaha.

Menempuh kelas di Studienkolleg hingga berkuliah di Freie Universität Berlin, Jerman bukan hal yang mudah. Sempat menyesal karena jarang menyimak pelajaran semasa SMA, Gita menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk belajar demi bisa bertahan di tengah ketatnya kultur pendidikan Jerman. Sekarang? Gita malah ketagihan untuk terus belajar. Ia sadar betapa pentingnya mencerdaskan diri agar bisa survive di dunia ini. Begini cuitan Gita tentang pendidikan di salah satu media sosialnya,

“Bukan cuma keberuntungan dan modal nekat yang bikin seseorang bisa terus naik standar hidupnya, tapi ilmu yang dimiliki juga akan sangat membantu seseorang untuk naik lebih tinggi dan lebih baik lagi,”ungkapnya.

Hidup sendirian di Jerman membawa banyak perubahan berarti. Manusia itu dinamis dan selalu berproses. Kalau Gita, masa transisinya menjadi lebih baik terjadi sejak hidup di Jerman. Semakin banyak berpikir dan merefleksi diri, semakin dia mampu mendewasakan diri. Seiring dengan pemahaman agama yang bertambah, cara pandang terhadap hidup pun berubah. Yang tadinya semua kemauan harus terwujud apapun caranya, Gita belajar untuk ikhlas.

“Serumit apapun masalah yang ada, begitu sadar hidup ini sudah diatur Tuhan, maka tidak ada alasan untuk mengeluh,”ujarnya,

Sebentuk pola pikir positif Gita yang lainnya bisa kamu temukan di video YouTube dan cuitan blognya. Daripada jadi netizen yang hobi nyinyir, lebih baik kepoin hal positif kan?.

Sebagai mahasiswi rantau yang bukan berasal dari keluarga berada, Gita pernah kelaparan karena kehabisan nasi. Pernah juga kena denda karena nggak bisa bayar tagihan kuliah dan rumah di Jerman. Terus apa? Gita bekerja! Ya, dia mengalami rasanya dicaci-maki oleh bos dan rekan kerja, bahkan dipecat ketika sedang sangat butuh uang.

“Gue muter otak gimana caranya bantuin Bokap dan Nyokap. Gimana caranya gue bisa berpenghasilan tapi tetep dapet pahala dari apa yang gue lakuin, biar niat gue tetep lurus,”ungkap Gita.

Dan, lahirlah Gita Savitri Devi yang dikenal sekarang. Yang mampu memanfaatkan internet dan media sosial seperti Blogger, YouTube, dan Instagram untuk menunjang biaya hidup sekaligus menebar semangat positif ke generasi muda Indonesia.

Kalau kamu perhatikan isi video dan tulisan-tulisan Gita di buku maupun blognya, kamu pasti menangkap pesonanya. Beberapa vlog di per-YouTube-an Indonesia kebanyakan berisi travelling dan ketawa-ketiwi, tapi Gita berkomitmen untuk memberikan konten yang lebih bermanfaat dan edukatif. Dengan begitu, ia bisa menularkan semangat positif pada para viewers vlognya (terutama generasi muda Indonesia).

Eh jangan salah, kamu gak akan bosan mendengar celotehan ataupun tulisannya. Gita memaparkan opininya dengan cara yang akrab dan mudah dicerna. Ia mampu menginspirasi orang lain tanpa kesan menggurui. Gayanya yang cuek-cuek santai dan visual yang adem dipandang juga menjadi daya tarik tersendiri. Gak heran kalau perempuan kelahiran 27 Juli 1992 ini punya banyak fans, ya!

Punya segudang kesibukan nggak bikin Gita keteteran. Waktu masih menggarap skripsi, dia harus bolak-balik melakukan penelitian, menulis buku, mencari konten, membuat dan mengedit video untuk di-upload 2 kali seminggu, photoshoot untuk endorsement, dan sesekali nge-blog. 24 jam cukup? Cukup dong, kalau kata Gita asalkan nggak menunda-nunda kerjaan, semua pasti beres sesuai waktunya. Time management is key.

Prestasi Gita? banyak. Salah satunya sebagai salah satu anggota YouTube’s Creator for Change dan bertemu banyak YouTuber inspiratif dari berbagai belahan dunia. Kebayang nggak, dari yang awalnya hanya upload video cover lagu lalu berkomitmen menjadi content creator, Gita akhirnya berkembang dan terkenal seperti sekarang. Berbagai tawaran endorsement, brand ambassador, sampai kesempatan menulis bukupun berdatangan.

Kamu merasa sudah berusaha banyak tapi masih gagal? Atau malah nggak merasa cukup layak untuk bermimpi? Simak kata-kata Gita berikut ini!

“I know how hard it is not able to afford some things in life. You feel limited, can’t do what you love, what you want. I know how it feels like. Jangan lupa kita punya Allah. Kalau niat kita lurus dan hati kita bersih, insha Allah diberi jalan. Karena Allah sudah menjanjikan, di setiap kesulitan pasti ada kemudahan.”paparnya,

Memang tidak ada batasan umur dalam berkarya, tua-muda semua bebas melakukannya. Tapi selagi masih muda, masa sih kita nggak mau memanfaatkan waktu yang ada? Stop mengurung diri di kamar dengan gadget di genggaman, apalagi ngepoin hal-hal kurang berfaedah. Pergunakan internet dengan bijak dan manfaatkanlah untuk memperbanyak ilmu dan menunjang skillmu.

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, maka teruslah membantu orang lain meski peranmu hanya sedikit. Kalau kata Gita sih begini:

Whatever that may come, you and I just need to do well, be nice to ourselves, to people around us. Because we are given only one chance. We only live once.

Jadi, sudah siap untuk menjadi generasi muda yang aktif dan produktif?. (*)

Sumber: Idn Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *