Anaknya Dibunuh dan Dirampok, Rukiye Malah Peluk Pelakunya, ini Penyebabnya..

Posted on 9,541 views

RODABERPUTAR.COM-Banyak tragedi dan hal yang mungkin tak terduga dalam hidup kita. Tak semua hal tersebut adalah hal yang kita inginkan, namun ada kalanya kejadian yang buruk dan tak pernah sama sekali kita inginkan datang dalam hidup. Seperti kisah satu ini:

Pada 28 Juni 2015, di South Cumminsville, Amerika Serikat, Suliman Abdul-Mutakallim sedang berjalan pulang dari White Castle. Dia baru saja makan malam bersama istrinya. Namun tiba-tim ada muncul 3 orang perampok dan nahasnya ia tertembak di bagian belakang kepalanya. Suliman tewas seketika di trotoar. Sang perampok mengambil dompet yang berisikan uang sejumlah sekitar Rp 780 ribu.

Suliman adalah veteran Angkatan Laut berusia 39 tahun, yang dikenal juga dengan nama “Sam”. setelah kejadian tersebut polisi berhasil menangkap ketiga tersangka.

Satunya adalah Javon, seorang anak berusia 14 tahun yang tertangkap dalam video pengawasan menarik uang dari saku depan celana Suliman tepat setelah penembakan.

Javon terlihat menyerahkan uang kepada dua tersangka lainnya. Satunya adalah Valentino Pettis yang berusia 17 tahun.

Dua tahun setelah kejadian, dalam sidang pengadilan, Javon dijatuhi hukuman penjara setelah dia mengaku bersalah karena membunuh Suliman. Rukiye, ibu Suliman hadir saat persidangan.

Dia berasal dari California Utara. Setelah sidang, Rukiye meminta Hakim Common Pleas Hamilton County, Megan Shanahan untuk izin.

Dia melakukan sesuatu yang tidak terduga yang sebagian besar petugas pengadilan klaim bahwa mereka belum pernah mengalami sebelumnya. Wanita itu mendekati Javon dan memeluknya. Dia memeluk ibunya juga setelah itu.

Rukiye ingin menunjukkan bahwa dia bisa melihat melampaui tindakan yang membunuh putranya.

“Aku tidak membencimu, aku tidak bisa membencimu, itu bukan cara kami, menunjukkan rahmah (rahmat), itulah cara kami,” kata Rukiye.

Rukiye mengingat kembali saat ketika Suliman meninggal. Dia ada di samping tempat tidurnya, memegang tangannya.

Untuk dia dan agamanya, tidak ada yang namanya selamat tinggal. Dia berbisik kepada putranya, “Sampai aku melihatmu lagi.” Rukiye bersumpah melakukan apa saja untuk membantu Javon. Dia ingin menjadikannya orang yang lebih baik dan berjanji untuk mengunjunginya secara teratur di penjara.

“Kematiannya sudah ditakdirkan. Mungkin tujuannya adalah untuk menyelamatkan hidupmu,” Kata Rukiye.

Kebesaran hati Rukiye membuat banyak orang tersentuh. Sungguh, tidak mudah memaafkan seseorang terutama jika orang itu telah membunuh seseorang yang kita cintai. Sebagai seorang ibu dia menyadari bahwa pembunuh anaknya juga memiliki seorang ibu.

“Pemuda-pemuda itu, meskipun mereka mengambil kehidupan putra saya dengan cara yang mereka lakukan, kami harus berjuang untuk mereka. Karena mereka akan kembali keluar. Dan mereka akan lebih tua. Tetapi jika mereka tidak memiliki cahaya, maka penyakit yang sama ini akan terulang dan mereka akan mengambil kehidupan anak orang lain dan akhirnya hidup mereka sendiri. Dan setiap hati ibu harus merasakan ini, ” ujarnya.

Sumber: Tribunnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *